Ulasan  

Mengenal Virtual Influencer, Bagaimana Cara Kerjanya?

virtual influencer

KopiTEKNO.com – Munculnya robot mulai banyak menggeser peranan manusia dalam berbagai pekerjaan. Bahkan saat ini sudah banyak robot yang menjadi pesohor media sosial dan disebut virtual influencer.

Memang terlihat sedikit aneh. Sebab inluencer adalah orang yang mempengaruhi orang lain lewat media sosial. Namun bagaimanakah perbandingan antara virtual influencer dengan influencer manusia?

Apa itu Virtual Influencer?

Virtual influencer adalah karakter digital yang dibuat dengan menggunakan teknologi grafis di komputer, serta dalam beberapa kebutuhan ditambahkan juga kecerdasan buatan.

Para virtual influencer ini dibuat untuk bertindak layaknya manusia dengan kepribadian yang unik, ditambah dengan pendapat-pendapatnya atas sesuatu dengan lebih terbuka.

Namun jika ditarik dalam definisi yang lebih luas, para tokoh yang dibuat oleh sineas perfilman juga termasuk virtual influencer. Sebab tingkah-laku mereka pun mempengaruhi masyarakat.

Tapi kita tak akan membicarakan definisi yang luas itu. Sebab disini virtual influencer yang dimaksud adalah karakter yang diciptakan secara virtual untuk menjadi influencer di media sosial, baik Instagram, Facebook, YouTube, dan lainnya.

Keuntungan Memakai Virtual Influencer

Pembuatan virtual influencer tentu didasari bukan hanya soal uji coba teknologi terhadap industri media sosial, namun juga karena adanya keuntungan yang bisa diambil.

Beberapa keuntungan dari penggunaan virtual influencer diantaranya:

Lebih hemat budget promosi

Sebagaimana diketahui, banyak influencer yang mematok tarif sampai ratusan juta. Tarif tersebut bahkan hanya untuk beberapa kali unggahan, dan setelah itu selesai.

Lain halnya jika Anda sebagai pemilik perusahaan melirik virtual influencer. Anda hanya sekali saja memberikannya ‘kehidupan’, dan dia bakal mencari jalannya sendiri untuk mempromosikan bisnis Anda.

Biaya untuk membuat Computer-Generated Imagery (CGI) untuk membuat sebuah tokoh fiksi, diperkirakan banyak memangkas biaya, dibandingkan dengan memakai jasa promosi influencer dari kalangan pesohor.

Bisa diatur lebih mudah

Ketika Anda berhadapan dengan para influencer dari kalangan pesohor, mereka akan memangkas keinginan Anda pada beberapa model promosi tertentu. Anda maunya begini, namun pesohor itu belum tentu mau melakukannya.

Nah, jika Anda memakai virtual influencer, hal ini tak akan terjadi. Para karakter komputer itu akan menyesuaikan dengan perintah Anda dalam melakukan promosi. Jadi Anda tinggal menyesuaikannya saja dengan kebijakan marketing perusahaan.

Terhindar dari kontroversi

Ada influencer yang pada mulanya baik-baik saja sehingga dipandang tepat untuk mempromosikan brand. Namun suatu ketika, ia tersandung kasus. Maka suka atau tidak, brand Anda bakal terseret juga.

Hal ini tak akan terjadi jika Anda memakai virtual influencer untuk melakukan prmosi. Sebab mereka tak punya kehidupan diluar kehidupan digital dimana mereka diciptakan.

Kerugian Memakai Virtual Influencer

Dibalik keuntungan yang dibawa oleh virtual influencer, tentu saja tersimpan kerugian atau paling tidak masalah yang akan muncul jika Anda memakai mereka sebagai influencer dari brand Anda.

Masalah utamanya tentu saja karena mereka adalah makhluk digital. Ya, makhluk yang tak pernah hidup di dunia nyata. Mereka tak merasakan sakit, panas, perih, dan seterusnya akibat imbas kerasnya kehidupan.

Sehingga ketika Anda memiliki produk sabun pemutih kulit dan memakai mereka untuk mempromosikan, tentu agak aneh. Apa pasal? Ya karena kulit mereka tidak pernah terpapar sinar matahari. Kulit mereka hasil rekayasa digital.

Hal itulah yang membuat calon konsumen Anda bakal kurang percaya terhadap keampuhan produk. Meskipun kenyataannya semua orang juga tahu bahwa para influencer artis juga tidak 100% memakai produk tersebut. Sebab kecantikan mereka hasil olah tata rias yang mahal.

Namun ketika Anda memakai karakter digital, tentu saja hal ini bakal mengurangi trust konsumen terhadap produk Anda.

Oleh karena itu, silakan pilih produk mana saja yang sedianya cocok dengan promosi bersama virtual influencer. Jangan sampai penggunaan mereka untuk mendongkrak promosi malah menjadi bumerang.

Contoh Virtual Influencer

Dari berbagai virtual influencer, setidaknya ada lima karakter yang memiliki jutaan follower. Semuanya saya ambil di Instagram. Mari kita lihat bersama-sama.

Lil Miquela

Lil Miquela ini merupakan karakter yang dibuat oleh Brud, sebuah startup yang berbasis di Los Angeles sejak tahun 2016. Ia dijelaskan sebagai sebuah robot model dan penyanyi yang berusia 19 tahun. Ia kelahiran campuran antara Brazil dan Spanyol.

Saat ini di Instagramnya, Lil Miquela sudah memiliki 3,1 juta pengikut dan 1.916 mengikuti dengan 1.175 kiriman.

Imma

Imma yang namanya diambil dari Bahasa Jepang yang berarti “sekarang”, merupakan sebuah virtual influencer yang dibuat oleh Aww Inc., startup yang mendeklarasikan sebagai pembuat manusia virtual.

Imma pertama kali muncul pada Oktober 2018 dan mendapatkan 18 ribu lebih follower hingga akhir Januari 2019. Kini jumlah follower-nya sudah mencapai 357 ribu.

Dengan kuantitas tersebut, Imma sudah bekerjasama mempromosikan berbagai brand mulai dari IKEA, Porsche, KFC, Magnum, Dior, Puma, Nike, Calvin Klein, Valentino, Amazon, Lenovo, dan lainnya.

Bermuda

Bermuda merupakan sesosok gadis virtual yang terlahir dari rahim yang sama dengan Miquela, yakni dari Brud. Bedanya Bermuda merupakan gadis khas Amerika dengan rambut pirang dan wajah khas Eropa.

Ia hadir sejak September 2019 dan kini sudah mendapatkan 278 pengikut di Instagram.

Shudu

Shudu dibuat oleh The Diigitals, sebuah digital modelling agency yang berbasis di Weymouth, AS. Ini kali pertama virtual influencer mengambil model dari Afrika Selatan. Dan ia beberapa kali mengecoh pesohor lain seperti Naomi Campbell, Alicia Keys, dan Tyra Banks, yang menganggap Shudu sebagai supermodel betulan.

Shudu beberapa kali menggarap promosi bersama brand besar seperti Samsung, Cosmopolitan, The Dubai Mall, WWD, Vogue, Balmain, Chanel, Bulgari, dan lainnya.

Rozy

Rozy berasal dari Korea Selatan dan dibuat oleh pengembang virtual influencer dari negeri ginseng Sidus Studio X.

Rozy pertama kali muncul pada bulan Agustus 2020, dimana hingga saat ini ia sudah mencatatkan kerjasama dengan 100 lebih brand. Penghasilannya hingga saat ini sudah mencapai lebih dari $833,000.

Lalu bagaimana menurutmu soal virtual influencer ini? Kemukakan pendapatmu di kolom komentar ya.