Pandemi Covid-19 membuat dunia pendidikan cukup terimbas. Metode pengajaran tatap muka pun kemudian beradaptasi menjadi metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau metode belajar online. Masalah siswa tidak belajar memang teratasi, tapi pendidikan bukan cuma transfer ilmu pengetahuan saja, tapi konsep kejujuran dan integritas pun harus tetap dibangun.

Kesulitan PJJ adalah mengendalikan kejujuran dan integritas ini. Belum ada metode yang baik dalam menjaga hasil karya siswa dalam PJJ merupakan hasil mereka yang otentik. Pengecekan untuk hasil pembelajaran tersebut hanya berupa pengumpulan untuk memenuhi kurikulum semata.

Oleh karena itu pada hari ini (6/8) Turnitin, sebuah perusahaan yang dikenal dengan konsep pengecekan orisinalitas karya ini, merilis metode yang disebut Turnitin Originality. Metode ini menggabungkan fungsi pengecekan kesamaan teks Turnitin yang sudah pernah dipakai dengan fitur-fitur baru. Fitur terbaru dari Turnitin ini mampu membantu para guru mengajarkan siswanya untuk berpikir secara orisinal.

Metode Turnitin Originality

Metode ini mengembangkan siswa untuk berpikir sesuai dengan apa yang ada didalam kepala mereka seorisinal mungkin. Kemudian mengajaknya untuk mengungkapkan konsep dalam pikiran tersebut kepada orang lain dalam bentuk ekspresi lisan maupun tertulis.

Turnitin Originality pada prosesnya menggunakan teknologi paling komprehensif untuk membantu mencegah karya yang tidak orisinal serta mendukung siswa dalam mempelajari cara menghubungkan ide dan konsep dengan benar kepada orang lain.

Saat meninjau karya yang diajukan, Turnitin Originality memeriksa apakah karya tersebut mirip dengan teks lainnya yang diketahui, atau jika ada indikasi bahwa karya tersebut tidak dikarang oleh siswa. Data ini memfasilitasi percakapan antara guru dan siswa tentang bagaimana menemukan dan mengekspresikan suara asli mereka.

Metode ini sudah dipelopori oleh Turnitin sejak dua puluh tahun lalu. Sebuah metode yang mampu menjadi jembatan dan solusi bagi PJJ yang saat ini terjadi. Sehingga integrasi antara metode PJJ dengan integritas siswa yang selama ini mestinya dalam kendali guru tetap terjaga dengan baik meski terpisah jarak.

“Mendukung integritas akademik adalah proses berlapis dalam menetapkan ekspektasi, menyediakan alat bagi siswa sehingga mereka dapat memeriksa serta memperbaiki sendiri, dan kemudian membantu sekolah maupun universitas dalam mengidentifikasi potensi kesalahan sehingga mereka dapat melakukan intervensi,” jelas Head of Business Partnerships, Southeast Asia for Turnitin, Jack Brazel.

Menurutnya Turnitin Originality memberi guru, instruktur, maupun administrator sebuah kemampuan untuk mengidentifikasi berbagai potensi kesalahan dalam satu alat sehingga contoh plagiarisme atau penulisan tidak asli adalah sesuatu hal yang bisa diajarkan. Dan ketika hal itu diketahui pun ada mekanisme pembelajaran lanjutan. Tentu bukan dengan menghukum.

“Pergeseran yang cepat ke pembelajaran online memberikan peluang berbeda untuk pelanggaran,” ujar Phill Dawson, seorang Associate Professor & Associate Director dari Pusat Penelitian dalam Penilaian dan Pembelajaran Digital (CRADLE) di Deakin University.

Menurut Dawson, pendekatan yang menyeluruh untuk menunjang integritas dalam proses pembelajaran sangat diutamakan. Namun bisa jadi, tambahnya, bakal muncul kesenjangan sehingga seluruh pihak mesti terus melakukan evaluasi dan langkah-langkah untuk mendeteksinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here