Review  

Makna Sportivitas dan Penerapannya dalam eSport

My game is fair play” sudah biasa dikampanyekan di arena olahraga fisik. Sebab fair play atau sportsmanship, yang dialihbahasakan sebagai sportivitas merupakan etika yang wajib dijunjung tinggi.

Beragam gengsi, bisnis, sampai politik yang terlibat dalam olahraga tak bisa dipungkiri menjadikan sebuah kompetisi jadi panas. Maka sportivitas menjadi jalan tengah agar olahraga tetap kembali pada asalnya: sebuah permainan.

Maka setiap kali ada adegan olahragawan melakukan tindakan sportif, gemuruh tepuk tangan pun membahana. Penonton memang ingin melihat olahraga ya hanya sebuah olahraga. Sebuah hiburan. Sebuah oase yang menyejukkan penatnya.

Adapun ketika tim yang didukungnya kalah, kritik bakal dilayangkan agar tim atau atlet yang terlibat digembleng lebih keras. Jikapun menang, itu merupakan sebuah bonus dan kebanggaan.

Makna Sportivitas

Sportivitas merupakan sebuah nilai yang dipegang untuk mengakui kemampuan lawan dan menerima hasil yang didapatkan. Sikap sportif semacam ini sangat luas, sebab dibutuhkan dalam kegiatan apapun.

Dalam arti yang lebih sempit, sportivitas adalah nilai-nilai yang harus dimiliki oleh orang-orang yang terlibat dalam sebuah kompetisi olahraga. Semua orang, baik itu atlet, wasit, panitia pertandingan, pelatih, pengurus olahraga, hingga penonton.

Ya, penonton seperti kita juga membutuhkan sportivitas. Sebab tanpanya, setiap pertandingan bakal memicu kerusuhan dan kerusakan tanpa henti.

Pernah ‘kan kita menyaksikan pendukung tim kesayangan menang, kemudian mengejek pendukung tim lawan yang kalah? Akhirnya kedua kelompok bertikai. Dan sialnya pertikaian ini berkepanjangan dan turun-temurun hingga puluhan tahun.

Boleh jadi hilangnya sportivitas itu dipicu juga oleh pertunjukkan yang tidak sportif dari arena kompetisi. Maka disitulah mengapa nilai-nilai sportif wajib dimiliki oleh siapapun.

Namun ajang sportivitas ini mungkin tidak begitu terlihat ketika olahraga yang dimaksud adalah olahraga elektronik, ketika tim yang berkompetisi dipertemukan di ruang digital, atau yang kita sebut sebagai eSport.

Tapi benarkah eSport tak membutuhkan sportivitas? Hmmm…nanti dulu.

Sportivitas dalam eSport

Anggapan bahwa eSport tak membutuhkan sportivitas bisa jadi muncul karena olahraga ini hanya bertemu di ruang digital. eSport dianggap hanya menampilkan skill olah karakter game untuk memenangkan sebuah kompetisi.

Pada kenyataannya, yang namanya kompetisi sama saja.

Mari kita berkaca pada pengalaman sendiri. Ketika bermain game, adakalanya memunculkan emosi yang tak karuan ketika hasilnya tak sesuai harapan. Bentuk emosinya bisa dengan umpatan kasar, teriakan, bahkan dengan kekerasan fisik dengan memukul meja atau lainnya.

Banyak video yang viral menunjukkan bahwa ada orang yang ketika kalah dalam main game, mereka menampilkan sisi emosionalnya dengan berbagai cara. Mereka membanting hp, memukul layar monitor, bahkan menyakiti dirinya sendiri.

Makanya sering ditemukan di kolom chat sebuah game, banyak umpatan yang seharusnya disensor. Itu karena mereka mengungkapkan sisi emosionalnya karena hasil game yang dimainkan tak sesuai ekspektasi.

Jadi apakah eSport tidak membutuhkan sportivitas? Tentu saja butuh!

Bentuk Sportivitas dalam eSport

Meski sebagai olahraga elektronik, eSport masih mewakili ruang digital yang dianggap anonim. Sehingga hal ini mesti direduksi dengan ragam kompetisi yang berujung prestasi.

Dengan begitu, mereka yang terjun di dunia eSport bisa dilatih sedini mungkin agar selain memiliki skill yang mumpuni, mereka juga memiliki nilai-nilai sportsmanship atau sportivitas itu.

sportivitas
Sportivitas juga harus dijunjung tinggi dalam eSport. (Gambar: Canva)

Apa sajakah sportivitas dalam dunia eSport? Berikut beberapa diantaranya:

  1. Disiplin latihan dan menjaga tubuh

Jangan disangka menjadi atlet eSport bisa mengabaikan disiplin. Baik disiplin latihan, disiplin menjaga kebugaran tubuh, dan disiplin menjaga asupan gizi.

Atlet eSport sama seperti atlet konvensional lainnya. Ia mesti tetap bugar, tetap sehat, sehingga bisa fokus berlatih tanpa batas dan memenangkan kompetisi.

  1. Menghindari cheat

Dalam setiap kompetisi eSport memang ada mekanisme untuk mencegah terjadinya penggunaan cheating. Namun seharusnya menggunakan cheating atau script khusus agar punya keunggulan dalam game sudah bisa dicegah dari diri sendiri dengan memiliki sikap sportif.

  1. Jauh dari doping

Doping diperlukan buat menjaga agar kondisi badan tetap bugar, terhindar dari kelelahan, dan tetap bisa fokus lebih dari biasanya. Namun doping ini dilarang oleh organisasi olahraga manapun, termasuk eSport. Sebab dengan melakukan doping, seorang atlet telah dianggap melakukan kecurangan yang menguntungkan diri sendiri.

🔴 BACA JUGA:  IndiHome Di Sirkuit Mandalika, Yang Ngebut Bukan Hanya Motor

  1. Mengakui keunggulan lawan

Sikap sportif yang paling dasar adalah mengakui bahwa ketika kita kalah, tentu lawan lebih unggul. Ya, lebih unggul dari sisi apapun.

  1. Menyadari kelemahan sendiri

Setelah mengakui lawan lebih unggul, hal selanjutnya yang perlu dilakukan adalah menyadari kelemahan sendiri. Dengan mengetahuinya, kita jadi bisa mengevaluasi agar kedepan hal yang lemah itu bisa diminimalisir.

  1. Menghargai hasil yang dicapai

Terakhir, apapun hasil dari sebuah kompetisi yang diikuti wajib dihargai. Ia merupakan jerih-payah semua pihak yang telah mendukung. Tentu setelah itu hasil-hasil yang sudah dicapai bisa ditingkatkan.

Peran IndiHome Membentuk Sportsmanship Atlet eSport

Sejak September 2021, IndiHome selaku penyedia internet cepat di Indonesia sudah membuat akademi eSport bertajuk LEAD by IndiHome.

Dari rangkaian kualifikasi di berbagai daerah, dengan diikuti ratusan peserta, akademi ini berhasil menjaring 14 akademia. Dalam acara Inagurasi LEAD by IndiHome, mereka secara resmi telah sah membawa panji IndiHome dan Indonesia ke level internasional.

manfaat esport
LEAD by IndiHome

Dari proses penjaringan awal, penggemblengan, hingga Inagurasi, LEAD by IndiHome telah membina atlet dalam format sebetulnya. Para akademia telah dilatih bagaimana menjadi atlet, dimana salah satunya adalah konsep athlete enablement yang isinya merupakan pembentukan dan penerapan nilai-nilai sportivitas.

IndiHome sebagai penyedia internet andal di Indonesia tampaknya sudah memulai tren baru untuk mewujudkan iklim eSport yang bagus. Dimana nantinya iklim ini akan menjadi tempat yang nyaman bagi anak muda yang main game untuk tetap menjunjung tinggi sportivitas.

Cek Berita dan Artikel KopiTekno.com Lainnya di Google News

Total
183
Share