Imbas dari kebijakan Trump yang melarang seluruh perusahaan Amerika Serikat bekerjasama dengan Huawei, membuat perusahaan teknologi asal China ini mengalami penurunan angka penjualan. Pendiri Huawei, Ren Zhengfei, menjelaskan kalau angka penjualan seluruh perangkat Huawei turun hingga 40 %. Hal ini membuat target penjualan mereka pada tahun ini yang mencapai $30 miliar tak akan tercapai.

Huawei.

Untuk mengantisipasi penjualan yang menurun ini, Huawei memiliki program garansi yang akan menjamin uang konsumen kembali 100 % apabila nanti Facebook, WhatsApp, Gmail, YouTube, Instagram, dan lainnya tidak bisa berjalan di smartphone Huawei. Program garansi ini berlaku hingga dua tahun setelah smartphone itu dibeli.

Saat ini, program garansi uang kembali ini baru berlaku di Filipina. Dikutip dari revu.com.ph, Huawei berjanji kebijakan di Filipina ini akan diterapkan secara global agar pembeli Huawei tidak memiliki keraguan dalam membeli smartphone Huawei. Harapannya dengan program ini, pembeli merasa yakin kalau mereka bisa tetap normal memakai smartphone Huawei, dan secara tidak langsung meningkatkan pula angka pembelian smartphone Huawei. Sayangnya, kebijakan ini hanya kebijakan distributor dan dealer Huawei di Filipina.

Huawei sebetulnya menjamin kalau smartphone yang mereka produksi tetap bisa menjalankan aplikasi dari Google dan Facebook. Namun penetrasi kebijakan dan informasi yang berasal dari Amerika Serikat, cukup membuat calon konsumen mengurungkan niat meminang Huawei. Bahkan pemilik smartphone Huawei pun banyak yang melakukan penjualan kembali perangkatnya akibat informasi tersebut.

Pada dekade ini, Huawei sebetulnya meningkat cukup pesat hingga mencapai rekor pemasukan hingga $100 juta untuk pertama kalinya. Namun pertumbuhan tersebut mengalami hambatan oleh aturan pemerintah Amerika Serikat itu. Huawei kini menantikan fajar yang diharapkan bersinar lagi pada 2021.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here