Praktisi IT: Work From Home Tetap Efektif Asalkan…

0
survey itsm

Divisi TI berbagai perusahaan memang dituntut lebih giat dalam menerapkan ITSM mereka. ITSM alias Information Technology Service Management atau dialihbahasakan kedalam Manajemen Layanan Teknologi Informasi ternyata meningkat akibat pandemi ini.

Hal ini kemudian menyebabkan tantangan dan hambatan dari para pekerja IT untuk lebih menyiapkan pengelolaan finansial, aset, keamanan, dan bantuan pihak ketiga untuk menopang para pekerja yang harus work from home. Semakin baik manajemen ITSM tadi, maka semakin siap pula sebuah perusahaan dalam menyikapi pandemi ini.

Baru-baru ini sebuah survey dihelat oleh ManageEngine. Sebuah brand dibawah perusahaan TI Zoho Corporation dan SeviceDesk Plus tersebut mengumumkan hasil risetnya dalam laporan berjudul The State of ITSM in the COVID-19 Pandemic.

“Pandemi ini telah membawa organisasi TI ke depan dalam waktu singkat,” kata Rajesh Ganesan, Vice President, ManageEngine, dalam keterangan media yang didapatkan Kopitekno.com pada Senin (20/7/2020).

Kinerja perusahaan, menurut Rajesh, dalam beberapa bulan terakhir terkait pada seberapa baik tim TI memanajemen kerja jarak jauh. Sementara tren ini akan terus berlanjut.

Seiring dengan bisnis yang terus berjuang untuk bertahan, bersaing dan menjadi pemimpin dalam waktu yang sulit ini, katanya, menutup celah-celah teknologi yang disorot dalam survei ini akan menjadi prioritas.

Survei dengan responden lebih dari 500 profesional TI global tersebut menyoroti tantangan yang disebabkan pandemi COVID-19 bagi para pekerja TI. Survei ini berfokus pada lima aspek ITSM, yaitu pengaruh terhadap karyawan yang bekerja jarak jauh, implikasi pengeloaan finansial dan asset, isu keamanan dan tata kelola, layanan pihak ketiga dan bantuan teknologi, serta tingkat keberhasilan keberlangsungan bisnis.

Survei ini menghasilkan beberapa temuan penting yang harus diketahui perusahaan dan tim TI mereka ketika mengadaptasi lingkungan kerja jarak jauh.

Mengadopsi Layanan Cloud yang Lebih Baik

Seiring dengan mulainya karyawan bekerja di luar kantor-kantor milik perusahaan, data dan alat-alat yang ada di jaringan menjadi tidak bisa dijangkau. Karena itu, mayoritas (78%) pekerja TI mengatasi rintangan ini dengan beralih ke layanan-layanan cloud.

Akhirnya tim-tim TI secara global mengadopsi alat-alat dan aplikasi-aplikasi baru untuk mengakomodasi tenaga kerja yang tersebar tadi. Ini berujung pada meningkatnya kebutuhan untuk memperbarui artikel pengetahuan dan dokumentasi pengguna untuk mengaplikasikan berbagai teknologi baru.

Sayangnya, dalam situasi sekarang yang penuh tekanan baru bagi service desk, cukup banyak perusahaan tidak memiliki teknologi layanan sendiri (28%) dan agen virtual (24%) untuk mengimbangi beban kerja tambahan.

Bukti-bukti dari survei ini menunjukkan korelasi tinggi keberhasilan ITSM jarak jauh di berbagai perusahaan yang menggunakannya, sehingga sangat layak untuk berinvestasi dalamnya.

Temuan dan Rekomendasi Hasil Survey

Menurut survey dari ManageEngine, ada beberapa hal yang setidaknya wajib diperhatikan buat perusahaan yang menerapkan konsep bekerja dari rumah secara keseluruhan maupun sebagian. Inilah beberapa diantaranya.

Remote Working Tetap Bisa Efektif, Asal…

72% professional TI menegaskan efektivitas berkelanjutan dari ITSM bahkan dalam berbagai skenario kerja jarak jauh. Tapi, hanya satu dari dua perusahaan yang memiliki kebijakan BYOD (Bring Your Own Device) untuk mendukung produktivitas berkelanjutan dalam lingkungan kerja jarak jauh baru.

Kendali Reward and Punishment yang Baik

4 dari 5 responden percaya TI akan lebih mengapresiasi dalam hal anggaran, gaji dan pengakuan upaya, setelah krisis ini berakhir. Saat ini hanya ada 15% perusahaan yang tidak dilengkapi dengan aplikasi dan alat yang dibutuhkan untuk bekerja jarak jauh.

Wajib Menjaga Privasi Kerja

Hanya 40% perusahaan yang yakin setuju bahwa mereka dilengkapi untuk menangani peningkatan dalam keprihatinan keamanan dan privasi terkait dengan karyawan yang bekerja di luar kantor.

TI Pihak Ketiga Ternyata Dianggap Lebih Baik

Di antara perusahaan yang mengalih-daya ITSM, lebih dari 70% merasa puas dengan kinerja MSP mereka. Yang menarik, swakelola TI tidak ada dalam 28% perusahaan yang menjadi responden.

Perlu Ada Keberlanjutan Bisnis

Sebagian besar perusahaan memiliki rencana keberlanjutan bisnis (business continuity plan – BCP), hanya 20% yang tidak memilikinya. BCP yang handal merupakan factor penting untuk keberhasilan dukungan TI jarak jauh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here