BlackBerry yang Tetap Ada di Memori

1
42
ponsel_blackberry

BlackBerry pernah benar-benar berjaya, ketika banyak orang menanyakan PIN BB daripada nomor ponsel. Kini kejayaannya hanya tersisa memori sebab kematian Blackberry sudah di ambang pintu.

Sebab Kematian

Kehadiran ponsel Android benar-benar mematikan BlackBerry. Namun itu bukan satu-satunya. Adaptasi dan antisipasi terhadap teknologi yang berkembang, dianggap gagal dilakukan oleh pabrikan asal Kanada ini.

Mereka sempat bangkit setelah banyak pihak melirik untuk menghidupkan lagi nama BlackBerry. Salah satu pihak tentu saja dari Emtek yang menghasilkan BlackBerry Merah Putih.

Kerjasama dengan TCL

Nama terakhir yang berupaya merevitalisasi adalah perusahaan asal China, TCL, yang bermarkas di Guangdong. Keduanya bekerjasama sejak 2018.

TCL membersamai pabrikan tersebut sehingga lahir seri Key, seri DTEK, dan Motion. Namun seri ponsel itu gagal memenuhi ekspektasi meskipun sebetulnya tidak buruk-buruk amat.

Kalau singkatnya, ketika masa jaya sudah lewat ya sudah, mau apa?

Kematian BlackBerry yang Terakhir

Ujungnya TCL memberikan pengumuman kalau mereka bakal berhenti memproduksi dan menjual semua jenis ponsel BlackBerry pada 31 Agustus 2020.

Pengumuman yang dirilis TCL pada 3 Februari 2020 itu menyatakan kalau mereka bakal tetap mendukung garansi dan lain sebagainya hingga Februari 2022.

Pengumuman dari TCL ini tentu saja secara otomatis bakal mengubur nama BlackBerry selamanya.

Sebab hingga saat ini tidak ada satupun perusahaan yang berminat untuk mengambil alih bisnis BlackBerry.

Lonceng kematian BlackBerry ini sebetulnya sudah ditabuh jauh-jauh hari. Sejak 2016, pabrikan ponsel ini sudah berhenti memproduksi perangkat keras.

Sejak saat itu nama BlackBerry sebetulnya sudah mati. Cuma banyak pihak masih memanfaatkan masa lalu BlackBerry yang pernah memiliki pangsa pasar ponsel pintar hingga 20% secara global.

Angka sebesar itu saat ini sudah dimiliki oleh Samsung dengan 21,8%, disusul oleh Huawei dengan 18,6%, dan terakhir Apple dengan 16%.

Tinggal Memori

Praktis dengan berhentinya TCL menjual dan menjamin garansi BlackBerry, maka pembeli tidak akan mengambil risiko.

Hanya mereka yang masih mengenang masa kejayaan BlackBerry yang mungkin berminat. Mereka yang pernah memakai Curve, Bold, Torch, Porsche, dan Pearl, mungkin akan melirik stok akhir BlackBerry.

Seandainya waktu bisa diputar ulang, sehingga sistem operasi BlackBerry bisa dibuat menarik, ekosistemnya diperbaiki, BlackBerry Messenger dibuat adaptif, mungkin masih bisa diselamatkan.

Sayangnya, lubang kuburan sudah digali. Saatnya mengucapkan selamat tinggal kepada BlackBerry yang kesekian kali. Meski begitu, namanya tetap abadi di memori.

1 KOMENTAR

  1. Bb yang pertama kali mengenalkan sy pada Smartphone, Bb gemini, terpaksa harus sy beli menggantikan Nexian, hape cina yang niru ala2 Bb.

    Bb terlalu kaku, dan bertahan dengan platformnya itu itu terus, belum lagi harganya yang mahal, bikin males juga.

    Sy bukan tipe org yg rela beli hp mahal, apalagi banyak pilihan hape murah, killer phone. Buat apa byr mahal untuk advertising, yg hrg asli brg itu gk semahal itu sbnr nya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here