Huawei Rilis Harmony OS, Bagaimana Nasib Android?

0

Huawei akhirnya merilis secara resmi Harmony OS pada Jum’at (9/8/2019), sebuah sistem operasi yang rumornya bakal menjadi pengganti Android. Di China sendiri sistem operasi ini masih disebut Hongmeng. Pabrikan asal China ini mengatakan kalau sistem operasi yang dirilis berbasis open-source tersebut nantinya bisa dipergunakan untuk berbagai perangkat internet-of-things.

Peluncuran HarmonyOS. / Foto: Huawei Central

Banyak spekulasi yang beredar soal Huawei Harmony OS ini, sebab perilisan ini terkait dengan pernah masuknya Huawei kedalam ‘daftar hitam’ Departemen Perdagangan AS pada Mei lalu. Sehingga apakah Harmony ini memang pengganti Android sebetulnya masih belum terang, meskipun dipercepatnya pembuatan Hongmeng atau Harmony terjadi setelah adanya daftar hitam yang disebut Entity List tersebut.

Huawei berencana merilis ‘produk layar pintar’ untuk mewadahi HarmonyOS dalam waktu dekat, sebelum nantinya bakal dipergunakan juga di perangkat yang lain seperti smartwatch pada tiga tahun mendatang. Ada kemungkinan produk yang dimaksud adalah Honor Smart Screen, yang akan diungkap pada Sabtu depan. Meksi begitu Huawei tidak menjelaskan secara spesifik ‘layar pintar’ yang dimaksud. Spekulasi lain menyebut kalau produk itu merupakan Honor Smart TV.

Dikutip dari Reuters, CEO Huawei, Richard Yu mengatakan kalau HarmonyOS cukup berbeda dengan Android dan iOS karena kemampuannya dalam beradaptasi berbagai perangkat. Sehingga ketika ada pengembang aplikasi di HarmonyOS, dia bakal dengan mudah menerapkannya secara lintas perangkat. Kalau mau dimiripkan, HarmonyOS ini lebih mirip dengan Google Fuchsia yang sama-sama didesain untuk beragam perangkat.

Huawei sendiri menegaskan meski sudah berhasil merilis sistem operasi baru, pihaknya tetap menggunakan Android di smartphone Huawei dan Honor. Akan tetapu bukan tidak mungkin Huawei berubah pikiran untuk segera merilis smartphone terbaru dengan HarmonyOS sebagai sistem operasinya.

Untuk saat ini dirilisnya HarmonyOS tentu membuat Google sedikit was-was. Pasalnya rakasas teknologi ini tentu bakal kehilangan ekosistem yang berasal dari Huawei. Hilangnya ekosistem berarti juga hilangnya pemasukan. Kita nantikan saja apa yang akan terjadi dengan Huawei dan sistem operasi terbarunya tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here