Setiap tahun, Huawei selalu merilis chipset baru sebagai flagship mereka. Kali ini bertepatan dengan IFA 2019 di Berlin, pabrikan asal China ini merilis HiSilicon Kirin 990 yang pertama kalinya akan menjadi dapur pacu bagi Huawei Mate 30 Series. Smartphone-nya sendiri bakal dirilis pada Oktober mendatang.

Setiap perilisan chipset, pendapat para pegiat teknologi selalu terbelah antara menyambut positif atau meremehkannya sebab dibandingkan dengan chipset dari pabrikan lain seperti Apple, Samsung, dan Qualcomm. Sebelum ikut pula menghakimi Huawei, marilah kita lihat 10 hal dari Kirin 990 ini.


  1. Sudah terintegrasi dengan modem 5G


    Chipset ini bakal memiliki modem 5G yang terintegrasi. Mirip dengan Exynos 980, namun chipset flagship dari Samsung tersebut masih belum ada kabar terbaru kapan dipasarkan. Sehingga Kirin 990 bakal menjadi chipset pertama di dunia yang memiliki modem 5G terintegrasi.

    Kirin 990 akan hadir dengan dua varian. Varian yang pertama memiliki modem Balong 5000 yang mendukung 5G. Sementara varian satu lagi, belum 5G dan harganya lebih murah, sebab merupakan chipset yang hanya dihuni oleh modem 4G LTE saja.

  2. Dibuat dengan proses produksi terbaik


    Kirin 990 dibuat dengan proses manufaktur 7nm+. Proses ini dibuat oleh pabrikan manufaktur Taiwan TSMC yang disebut 7FF+ dengan metode EUV alias extreme ultraviolet lithography. Proses ini menghasilkan chipset yang lebih kecil, efisien, dan bertenaga. Cuma proses istimewa ini hanya dilakukan untuk versi 5G saja, bukan 4G LTE.

    Berkat proses manufaktur tersebut, Kirin 990 5G merupakan chipset pertama di dunia yang memiliki 10,3 miliar transistor. Sementara itu versi 4G LTE ‘hanya’ memiliki 8 miliar transistor saja.

  3. Kirin 990 diklaim lebih baik dibanding Qualcomm Snapdragon 855


    Kirin 990 diklaim lebih baik dari Snapdragon 855 yang diproduksi oleh Qualcomm. Hal ini didasarkan pada skor Geekbench, dimana chipset Huawei ini 10 persen lebih baik pada single-core dan 9 persen pada multi-core dibandingkan milik Qualcomm tersebut. Sementara itu, efisiensi big-core Kirin 12 persen lebih baik dan middle-core-nya lebih baik sekitar 35 persen.

    Varian 5G memiliki arsitektur yang dihuni oleh dua buah Cortex-A76 CPU yang berjalan pada 2,86 GHz (big-cores), dua buah Cortex-A76 (middle) pada 2,36 GHz dan empat buah Cortex-A55 (little) pada 1,95 GHz. Sementara itu untuk varian 4G, kecepatannya berjalan pada 2,09 GHz dan 1,86 GHz.

  4. Pertama dengan sensor gambar setara DSLR.


    Huawei memang betul-betul fokus pada fotografi. Terbukti dengan beberapa produknya yang mencengangkan banyak pihak dengan hasil fotonya yang menawan, seperti Huawei P20 Pro dan penerusnya P30 Pro.

    Kali ini dengan chipset ini, Huawei bakal makin menggila lagi sebab dihuni oleh sensor gambar ISP 5.0. Sensor ini memiliki pengurangan noise yang baik sebab dihasilkan oleh sebuah algoritma yang disebut BM3D (Block Match 3D).

  5. Mendukung perekaman video 8K.


    Chipset ini mendukung perekaman video hingga 8K pada frame rate 30 fps dengan mode HDR pula. Disamping itu, dengan sensor gambar diatas juga mampu mengurangi noise pada hasil perekamannya.

  6. Grafis sama dengan Kirin 980, tapi beda kualitas.


    Hal yang mungkin terlihat mengecewakan adalah chipset Kirin ini masih memakai GPU yang sama dengan pendahulunya yakni Mali G76 MP16 dengan kecepatan 700 MHz.

    Namun penting untuk diketahui, spesifikasi yang sama belum tentu menghasilkan performa yang sama pula. Sebab dengan berbagai kelebihan chipset terbaru ini, grafis yang sama ternyata mampu meningkatkan performa perangkat dalam menjalankan multimedia.

  7. Chipset yang memiliki ‘asisten’.


    Untuk meningkatkan performa, Huawei membuat chipset tambahan bagi sang flagship ini. Chipset tambahan yang disebut Kirin A1 ini berfungsi untuk menjalankan tugas remeh-temeh seperti menjalankan Bluetooth maupun aplikasi lain yang tidak membutuhkan tenaga berat. Chipset asisten ini ternyata meningkatkan performa perangkat cukup signifikan.

  8. Quad-Core NPU untuk AI dengan arsitektur DaVinci.


    Inilah perbedaan terbesar Kirin 990 dengan pendahulunya. Ya, NPU alias Neural Processing Unit, sebuah elemen kecerdasan buatan yang disematkan pada chipset ini mendapatkan perbaikan yang signifikan.

    Perubahannya terlihat pada pembaruan arsitektur DaVinci yang pernah dikenalkan pada Kirin 810 awal tahun ini. DaVinci memungkinkan chipset bekerja lebih banyak namun dengan energi yang lebih hemat.

  9. Kirin bakal hadir pada Huawei Mate 30


    Ya, kabar baik ini sudah disinggung diawal. Chipset ini akan hadir untuk penerus Huawei Mate 20 Series, yakni Huawei Mate 30 Series.

  10. Ada smartphone Honor juga yang kebagian.


    Buat yang mau mencicipi chipset flagship ini dengan harga yang lebih terjangkau, Huawei menyerahkannya pada Honor. Ada kemungkinan Honor V30 yang beruntung dipasangi chipset ini. Tetapi penggemar Honor mesti bersabar, sebab perilisannya setelah Huawei Mate 30 Series tuntas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here