Selasa, Oktober 19, 2021

Pulse Oximeter: Harga dan Cara Kerjanya yang Perlu Diketahui

Badan Kesehatan Dunia (WHO) kembali memberikan panduan terkait penanganan penderita corona virus diseases 2019 (Covid-19). Lembaga ini menyarankan agar orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan hendak menjalankan isolasi mandiri, wajib menyertakan alat pengukur saturasi darah atau oximeter.

Hal ini diakibatkan banyak orang yang positif Covid-19 tidak tertolong akibat saturasi darahnya tidak diketahui. Mereka mengalami sesak nafas akibat asupan oksigen dalam darahnya semakin berkurang, dan ini kerap luput dari perhatian karena ketiadaan alat ukur saturasi darah.

Denga bantuan oximeter, setidaknya tingkat saturasi darah bisa dipantau. Sehingga ketika mengalami penurunan secara berkala bisa segera ditangani secara medis di rumah sakit.

Lantas apa sih saturasi darah itu dan bagaimana mengukurnya? Benarkah aplikasi di ponsel yang banyak beredar memiliki kemampuan untuk mengukurnya? Mari kita ulas sama-sama.

Saturasi Darah

Ada alasan penting mengapa manusia senantiasa bernafas setiap saat. Sebab mekanisme kerja tubuh tergantung dari oksigen yang dihasilkan dalam proses bernafas itu. Hampir semua peristiwa penting didalam tubuh memerlukan oksigen.

Oksigen diperlukan sel untuk mengubah glukosa menjadi energi yang dibutuhkan untuk melakukan berbagai aktivitas, seperti aktivitas fisik, penyerapan makanan, membangun kekebalan tubuh, pemulihan kondisi tubuh, juga penghancuran beberapa racun sisa metabolisme. Oksigen diedarkan oleh darah ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah.

Sehingga ketika tubuh mengalami kekurangan darah, maka akan terjadi berbagai gangguan terhadap aktivitas tubuh tersebut. Risiko paling fatal dari kekurangan oksigen dalam darah ini bisa mengakibatkan kematian.

Dalam peristiwa terpaparnya seseorang oleh virus corona, paru-paru yang menjadi sumber masuknya oksigen diserang oleh virus tersebut. Hal ini mengakibatkan terganggunya pasokan oksigen yang dibawa dalam darah, yang mengakibatkan saturasi oksigen dalam darah bisa menurun secara drastis.

Saturasi oksigen dalam darah adalah persentase oksigen yang dibawa oleh darah ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. Persentase saturasi oksigen dalam darah biasa disimbolkan dengan SpO2. Saturasi oksigen yang normal berkisar antara 95% – 100%.

Untuk mengukur kadar saturasi dalam darah ini bisa menggunakan metode AGD (Analisis Gas Darah) di rumah sakit. Namun untuk jalur yang lebih praktis, meskipun memiliki toleransi kesalahan sebesar 2%, banyak yang menyarankan untuk memakai oximeter.

Oximeter: Alat Pengukur Saturasi Darah

Pulse oximeter atau kerap disebut oximeter saja merupakan alat yang dipakai untuk mengukur kadar saturasi oksigen dalam darah manusia. Bentuknya kecil seukuran stapler, dan memiliki monitor diatasnya.

Beberapa alat kebugaran saat ini, misalnya pada smart watch sudah terpasang oximeter juga. Gelang pintar seperti Mi Smart Band 6 juga sudah terpasang alat ukur SpO2. Jadi buat yang membutuhkan oximeter secara praktis bisa memakai kedua alat tersebut. Meskipun pabrikannya memberikan disclaimer tidak bisa dijadikan indikator medis.

Cara Kerja Oximeter

Oximeter memanfaatkan kemampuan membedakan absorbansi cahaya oleh Oksihemoglobin (O2Hb) dengan Deoksihemoglobin (HHb). Alat ini mampu mengenali perbedaan absorbansi cahaya merah (R) dan near-infrared (IR) pada hemoglobin.

Dengan prinsip diatas, oximeter menghasilkan dioda pemancar cahaya (emitter) yang dapat memancarkan 2 panjang gelombang yang berbeda, yakni gelombang merah 660 nm dan near-infrared 940 nm. Di sisi lain terdapat sensor cahaya (photodiode) yang akan mendeteksi cahaya yang telah melewati jaringan tubuh.

Dikarenakan perbedaan kemampuan absorbansi cahaya dari O2Hb dan HHb maka pulse oximetry dapat menentukan proporsi Hb yang terikat dengan oksigen. Hasil inilah yang kemudian ditampilkan dalam layar oximeter berupa persentase.

Seperti dijelaskan sebelumnya, ada toleransi kesalahan dari oximeter sebesar 2%. Bahkan ada kondisi yang memungkinkan pembacaan dengan oximeter ini gagal, seperti pada penderita pulsasi vena, orang yang kukunya dicat, gerakan berlebihan atau tremor, dan lainnya, tetap saja oximeter cukup disarankan sebagai screening awal.

Cara Pakai Oximeter

Untuk menggunakan oximeter ada beberapa tahapan yang mesti dilakukan. Pertama pastikan kuku dari jari yang akan dipasangi oximeter tidak panjang dan tidak dicat. Kemudian cari kursi yang ada penyangga samping untuk meletakkan lengan yang terpasang oximeter.

Upayakan santai sebelum oximeter terpasang. Dan silakan pasang jika seluruhnya sudah siap. Lakukan pengukuran tiga hari sekali untuk mengetahui apakah saturasi oksigen dalam darah tetap stabil atau malah mengalami penurunan.

Harga Oximeter

Harga pulse oximeter ini cukup bervariasi. Oximeter tanpa merek (OEM) dibanderol mulai Rp80.000-an. Merek ChoiceMmed dibanderol Rp564.999, dan merek Beurer Rp890.000.

Oximeter ini bisa didapatkan di apotek terdekat ataupun toko yang menjual alat-alat kesehatan secara khusus. Namun buat kamu yang gemar berbelanja online, silakan temukan oximeter di marketplace kesayangan dan dapatkan cashback jika berbelanja melalui Shopback.

Aplikasi Pengukur Saturasi Darah, Hoax?

Maraknya penggunaan oximeter ini juga diikuti oleh popularitas aplikasi pengukur saturasi dalam darah di Play Store. Beberapa pakar menilai aplikasi semacam ini hanya mainan belaka dan tidak bisa menjadi rujukan sama sekali untuk mengetahui kadar saturasi oksigen.

Pasalnya metode yang dipakai untuk mengukur saturasi dalam darah tidak menerapkan metode yang sesuai dengan oximeter pada umumnya. Dan seperti kita ketahui bersama, di pasaran saat ini belum ada ponsel yang secara khusus menyediakan sensor untuk mengukur kadar oksigen dalam darah.

Demikian artikel tentang oximeter. Semoga bermanfaat.

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini