Cyber Monday, Asal-Usul dan Sejarahnya Yang Perlu Diketahui

- Advertisement -

Kalau menyeksamai situs-situs e-commerce dan media teknologi di luar negeri, maka tawaran terkait Cyber Monday rasanya menggugah selera belanja. Namun ternyata tak cuma diluar negeri, demam Cyber Monday juga hinggap di digital marketing tanah air.

Segala macam potongan harga, tawaran bonus, hingga paket pembelian yang menarik, rasanya sukar untuk dielakkan begitu saja. Semuanya tersaji dalam beberapa hari dalam tajuk Cyber Monday.

Lantas apa sebetulnya Cyber Monday itu? Bagaimana sejarah maupun asal-usulnya hingga dinamai Cyber Monday? kenapa tidak Cyber Tuesday atau Cyber Sunday?

Pengertian Cyber Monday

Cyber Monday adalah istilah pemasaran yang merujuk pada hari senin pertama setelah thanksgiving day, yang menawarkan fitur belanja 24 jam secara online dengan berbagai tawaran diskon menarik.

- Advertisement -

Pada mulanya karena berkaitan dengan thanksgiving day yang dirayakan di Amerika Serikat, maka Cyber Monday juga hanya berlaku di Amerika Serikat. Namun imbas globalisasi internet, maka istilah Cyber Monday kemudian dipakai dimana-mana.

Sejarah Cyber Monday

Cyber Monday sendiri bermula dari US National Retail Federation yang mengajak orang untuk berbelanja secara online. Pada saat itu di tahun 2005, animo masyarakat untuk berbelanja online tidak seperti hari ini.

Tepat pada 28 November 2005, Shop.org menyebut frase “Cyber Monday” pada pers rilisnya sehingga dua kata itu populer hingga saat ini.

Yang perlu diketahui, Cyber Monday sedikit berbeda dengan Black Friday meskipun sama-sama sebagai istilah pemasaran yang waktunya tidak terpaut jauh.

Perbedaan Cyber Monday dan Black Friday

Black Friday sendiri menurut sejarah sebetulnya memiliki konotasi yang buruk, yakni berkaitan dengan anjloknya harga emas yang mengakibatkan kehancuran pasar Amerika Serikat pada 1869.

Kemudian dalam rentang sejarah lain, Black Friday juga identik dengan hari belanja Natal pada 1950-an hingga 1960-an di Philadelphia. Hal yang menyebabkan negatif adalah pada saat itu seluruh jalanan mengalami kemacetan parah akibat animo belanja masyarakat.

Pada 1980-an, pelaku bisnis dan praktisi pemasaran berupaya mengubah imaji negatif dari Black Friday. Sehingga dua kata tersebut menjadi apa yang kita kenal sekarang.

Nah, bedanya apa antara Cyber Monday dengan Black Friday selain dari sejarahnya? Tentu saja dari hari dimulainya dua istilah pemasaran tersebut. Cyber Monday dimulai pada hari senin pertama setelah Thanksgiving, sementara Black Friday dimulai pada hari Jumat seletah Thanksgiving.

Biasanya Black Friday selalu lebih dahulu daripada Cyber Monday. Namun tentu hal ini tergantung dari Thanksgiving yang jatuh pada 26 November setiap tahunnya jatuh pada hari apa.

Cyber Monday di Indonesia

Tentu tidak ada Thanksgiving di Indonesia. Sehingga istilah Cyber Monday tidak begitu relevan untuk dipakai sesuai momentumnya. Namun kita bisa memperkirakan kalau baik Black Friday maupun Cyber Monday merupakan sebuah tahapan sebelum datangnya Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) yang jatuh pada tanggal 12 Desember setiap tahun.

Harbolnas sendiri gaungnya juga semakin menurun. Selain disebabkan oleh banyaknya kejadian ‘aneh’ saat Harbolnas, konsumen juga sudah dijejali dengan kegiatan pendahuluan ‘tanggal kembar’ yang dilakukan berulang-ulang oleh para pelaku bisnis.

Lalu, kamu masih menantikan Harbolnas atau sedang menikmati Cyber Monday? Buat saya sih belanja saja kapanpun kamu membutuhkan sebuah barang atau jasa. Baik sedang ada diskon maupun tak ada.

- Advertisement -
cyber monday
Shafiyyah Hanum
Penggemar es krim yang suka begadang.

Latest articles

Artikel Terkait

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here