facebook

Sebanyak 533 juta nomor telepon pengguna Facebook berikut data pribadi lainnya bocor. Data tersebut dipublikasikan secara gratis di berbagai forum internet baru-baru ini.

Data tersebut terdiri atas nomor telepon, nama lengkap, tangal lahir, Facebook ID, biografi, dan alamat email. Data yang bocor ini milik pengguna Facebook dari 106 negara.

Apa yang sebetulnya terjadi? Apa dampaknya data kita di internet bocor? Dan apakah kita menjadi korban dari tindakan ini?

Kebocoran Nomor Telepon di Facebook

Facebook mengomentari berbagai berita yang menyebut kalau jaringannya disusupi. Dan mereka membantah, bahwa yang terjadi hanyalah adanya kerentanan dari program yang sebelumnya telah ditambal.

Sebagaimana diketahui, pada tahun 2018 ada yang mengakses secara ilegal 50 juta akun Facebook dengan cara yang sama. Di tahun yang sama juga ditemukan bug yang memberikan akses pihak lain untuk membuka foto pengguna yang sebelumnya diprivasi.

Kali ini data pribadi pengguna Facebook yang bocor. Utamanya data nomor telepon kini telah tersebar di internet dan bisa dipergunakan oleh orang yang tidak bertanggungjawab kapan saja.

Untuk itu, Kopitekno kali ini akan membagikan dua cara untuk mengetahui apakah nomor telepon kamu terekspos atau tidak lewat aksi ini.

Mengecek di The News Each Day

The News Each Day merupakan situs sederhana yang menyajikan beragam artikel agregasi dari berbagai media di Amerika Serikat. Dan salah satu fiturnya menawarkan kamu untuk mengecek nomor telepon yang menjadi korban bocornya data Facebook.

Untuk mengeceknya, kamu mesti memasukkan nomor telepon dengan kode internasional kedalam kolom yang sudah disediakan. Jangan ada spasi maupun strip dalam penulisan nomor telepon tersebut.

Untuk menuliskan nomor telepon Indonesia, kamu hanya perlu menambahkan 62 dan seterusnya karena tanda + sudah disediakan.

Jika sudah selesai, klik tombol Check dan tunggulah sebentar untuk melihat hasilnya. Nomor telepon saya mendapatkan hasil Result: Your phone number is not in the data 😃. Yang berarti bukan menjadi korban dari data yang bocor tersebut.

Namun situs ini menurut kami agak meragukan. Bukan soal hasilnya. Namun mereka tidak menyajikan kebijakan privasi yang bisa diakses dan untuk apa data nomor telepon yang diinput tersebut.

Mengecek di HaveIBeenPwned

Jika kamu merasa skeptis terhadap situs diatas, maka sudah selayaknya kamu mencoba HaveIBeenPwned. Situs yang memang cukup populer, setidaknya di Amerika Serikat.

HaveIBeenPwned sudah melakukan pembaruan data agar penggunanya bisa mengetahui apakah mereka menjadi korban data yang bocor atau tidak. Bahkan disini kamu bisa mengecek dengan nomor telepon atau email.

Sayangnya saat saya mengecek apakah data di Facebook saya bocor dengan menggunakan email, justru data saya bocor di tempat lain. Ya, HaveIBeenPwned memang cukup berguna.

Hati-Hati Menaruh Nomor Telepon di Internet

Jika kamu tak mempercayai dua situs yang saya tawarkan, itu memang lebih baik. Sebab bisa jadi keduanya merupakan sebuah jalan untuk phising. Meskipun dalam riwayatnya mereka tak melakukannya. Tapi hati-hati saja.

Toh kalaupun mengetahui kalau kita menjadi korban dari data yang bocor itu, ya kita enggak bisa apa-apa selain kembali pada diri sendiri. Ya menyadarkan diri sendiri untuk berhati-hati. Kita tentu enggak mau kejadian seperti yang dialami konsumen Gojek berikut.

Langkah Ketika Jadi Korban Kebocoran Data di Facebook

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan ketika mendengar layanan di internet yang kita ikuti mengalami kebocoran data. Kita sebagai korban atau bukan tetap harus melakukan langkah-langkah berikut ini.

Mengubah Kata Sandi

Segera ubah kata sandi begitu mendengar ada kebocoran data menimpa layanan yang kita ikuti. Tak perlu mencari tahu apakah kita menjadi korban dari kebocoran tersebut.

Segera ubah kata sandi dengan kombinasi yang paling kuat. Menurut berbagai sumber, kata sandi yang kuat adalah merupakan kombinasi dari huruf acak dengan huruf kecil dan huruf besar serta simbol dan angka.

Aktifkan Two-Factor Authentication (TFA)

Facebook sudah menyediakan fitur ini. Intinya dengan mengaktifkan TFA, kamu bisa mendapatkan pengamanan berlapis sehingga menyulitkan siapapun untuk masuk ke akunmu.

TFA ini merupakan kombinasi dengan berbagai pengamanan. Misalnya kombinasi antara one-time-password (OTP) dan email. Jadi tak hanya kata sandi yang menjadi pengaman akun.

Segera Cek Akun Mobile dan Internet Banking

Ketika data bocor memang tidak langsung berimbas kemana-mana termasuk ke rekening bank kamu. Namun bisa jadi suatu saat ada kesempatan untuk itu. Dan kamu mesti menutupnya dengan segera.

Maka periksalah secara berkala akun mobile banking dan internet banking. Ubahlah nomor telepon jika sama-sama dipergunakan dengan nomor telepon di layanan yang bocor.

Jika ada mutasi mencurigakan, segera lapor dan mintalah pemblokiran ke bank kamu.

Hindari Kombinasi Email dan Kata Sandi yang Sama

Untuk memudahkan akses login, penggunaan email dan kata sandi yang sama pada berbagai layanan memang enak. Namun ini berbahaya.

Orang yang mendapat akses di satu layanan, misal ketika data Facebook itu bocor, bisa mencoba kemungkinan kalau data login-nya sama. Dan kalau memang sama, tentu saja celaka bagi kamu.

Itulah tadi cara mengecek apakah nomor telepon kita menjadi korban dari kebocoran data di Facebook. Jadi korban ataupun tidak, kita tetap dituntut untuk waspada terhadap berbagai kemungkinan yang bisa saja terjadi.

Berita sebelumyaHuawei Band 6, Smartband Rasa Smartwatch
Berita berikutnyaAir Fryer: Cara Kerja, Penggunaan, dan Harga

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here