BerandaTipsAneka Cara Menentukan Arah Kiblat dengan Aplikasi Maqmur

Aneka Cara Menentukan Arah Kiblat dengan Aplikasi Maqmur

Arah kiblat merupakan salah satu titik penting dalam ibadah orang Islam, terutama soal salat. Kiblat dalam ajaran Islam berada di Ka’bah. Sehingga seluruh penganut agama ini salatnya menghadap ke bangunan suci yang berada di Mekkah, Arab Saudi tersebut.

Perlu diketahui, tidak mudah untuk menentukan arah kiblat buat orang Islam yang jauh dari Makkah. Seperti halnya kita yang berada di Indonesia. Apalagi teknologi tidak langsung muncul secara canggih seketika. Ia pelan-pelan ditemukan dan dipakai oleh manusia untuk mengukur arah kiblat.

Sehingga beberapa bangunan masjid tidak memiliki arah kiblat yang sempurna. Kalau dibongkar tentu saja memakan banyak biaya. Oleh karenanya banyak lantai masjid yang diberi garis-garis agar orang yang salat bisa mengikuti arah kiblat yang tepat. Mengapa ini terjadi?

Mengubah Arah Kiblat

Iya, dalam sejarah Islam, arah kiblat memang pernah berubah. Awalnya berada di Baitul Maqdis di Palestina. Namun karena pada masa itu arah kiblat tersebut menjadi olok-olok karena sama dengan arah kiblat agama lain. Maka sesuai wahyu, kiblat itu berubah ke Masjidil Haram.

Zaman kenabian yang berlangsung berabad-abad yang lampau itu memang telah selesai. Namun kerap kita temukan para pengurus masjid di berbagai wilayah di Indonesia mengubah arah kiblat. Ya arahnya memang tetap ke Makkah, tapi digeser sedikit.

Perubahan arah kiblat ini ada yang menyebut karena pergeseran lempeng bumi. Banyak gempa bumi yang terjadi di Indonesia mengakibatkan perubahan arah, sehingga arah kiblat juga harus diperbarui. Namun ini tidak tepat.

Pergerakan atau pergeseran lempeng bumi memang bisa mengakibatkan perubahan arah. Namun tentu tidak seekstrim sampai mengubah arah kiblat. Yang terjadi adalah pada saat pembangunan masjid dan menentukan arah kiblatnya, para pembangun itu memiliki keterbatasan teknologi.

Mereka tentu bukan Mbah Bolong, murid Sunan Ampel, yang mampu meyakinkan khalayak akan keraguan arah kiblat dengan bantuan kekuatan spiritual. Mereka mungkin arsitek, atau bahkan tukang biasa yang bermodal peralatan sederhana untuk mengarahkan bangunan ini menghadap ke Ka’bah.

Itulah yang kemudian mengakibatkan banyak masjid di Indonesia perlu diperbaiki arah kiblatnya. Lalu, bagaimanakah cara menentukan arah kiblat?

Cara Menentukan Arah Kiblat

Ada beberapa cara dalam menentukan arah kiblat. Ada cara yang sangat sederhana, dan mungkin inilah yang dipakai oleh para tukang bangunan masjid pada waktu dulu, hingga cara yang cukup modern dengan bekal aplikasi.

Kamu tinggal memilih dari cara berikut ini, agar arah solat kamu menghadap ke kiblat yang benar.

Mengamati Pertumbuhan Lumut

arah kiblat

Semua tumbuhan selalu tumbuh mengarah ke matahari, termasuk lumut. Makanya ada yang memanfaatkan tumbuhan lumut ini sebagai penunjuk arah yang paling sederhana.

Jika kamu perhatikan sebuah permukaan yang ditumbuhi lumut, ada permukaan yang lumutnya tumbuh lebat, dan ada yang bahkan tidak ditumbuhi oleh lumut. Nah permukaan yang ditumbuhi lumut secara lebat ini biasanya menghadap ke timur, dan yang tidak ditumbuhi menghadap ke barat.

Kaitannya dengan arah kiblat, kamu bisa menyesuaikan dengan arah Makkah yang jika diukur dari Indonesia, arahnya cenderung ke barat.

Berpatokan Matahari

arah kiblat

Dalam waktu setahun, matahari berada tepat diatas Ka’bah. Ini berarti pada jam-jam tertentu di belahan bumi yang lain bisa dipakai untuk menentukan arah kiblat. Caranya tentu dengan konsep fisika sederhana dengan memanfaatkan bayangan benda.

Bayangan benda akan mengikuti arah cahaya. Sehingga ketika kamu menaruh sebuah tongkat pada waktu yang sama saat matahari ada diatas Ka’bah, maka dengan mengikuti bayangan tersebut, kamu bisa mendapatkan arah kiblat.

Menggunakan Medan Magnet

arah kiblat

Semua teknologi berawal dari medan magnet. Sebab bumi sebagai medan magnet raksasa yang memiliki kutub di utara dan selatan merupakan penunjuk arah yang paling akurat.

Kamu bisa memanfaatkan kompas buatan pabrik maupun kompas sederhana yang dibuat dari jarum jam yang ditusukkan ke styrofoam dan diapungkan diatas air. Kompas ini akan selalu menunjuk kearah utara dan selatan. Sehingga kamu mesti meraba-raba lagi mana arah kiblat yang tepat.

Kamu mesti menggabungkan kompas ini dengan peta agar mendapatkan arah kiblat yang tepat. Jika tak mau repot kamu bisa memakai aplikasi.

Menggunakan Aplikasi

arah kiblat

Buat kamu yang menggunakan ponsel berbasis Android, ada cukup banyak aplikasi yang bisa menjadi penunjuk arah kiblat. Namun ada satu yang pengin saya rekomendasikan, yakni aplikasi Maqmur.

Aplikasi Maqmur memiliki kelengkapan dari sisi pendukung keseharian orang Islam. Ada Al-Qur’an digital, pengingat salat, sedekah, zakat, dan yang sedang kita bicarakan yakni aplikasi bawaan untuk mengukur arah kiblat.

Pengukur arah kiblat yang dibuat Maqmur ini memakai konsep yang sama dengan kompas, yakni menunjukkan arah mata angin. Namun Maqmur menanamkannya dengan arah kiblat, sehingga ketika kamu menggerakkan posisi layar kemanapun, arah kiblat tetap di posisi yang sama. Sehingga disitulah kamu mesti mengarahkan sujudmu.

Aplikasi Maqmur dibuat oleh PT Neu Inklusi Keuangan yang bermarkas di Menara Prima Lt. 6 Jakarta. Ya, Neu sendiri berpengalaman dalam pengelolaan keuangan dan sudah membuat aplikasinya di neu-Aplikasi Kelola Keuangan. Sehingga ketika kamu memakai Maqmur, maka Neu menyelipkan juga aplikasi tentang keuangan.

Penutup

Demikianlah beberapa cara dalam menentukan arah kiblat. Kamu bisa memakai yang mana saja sesuai dengan kondisi di lapangan. Namun kecanggihan teknologi saat ini yang mampu menentukan arah kiblat dengan presisi hendaknya bisa dipakai.

Artikel Lain

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru