signal

Ajakan CEO Tesla, Elon Musk, untuk memakai Signal membuat aplikasi percakapan ini tiba-tiba populer. Aplikasi yang dikembangkan oleh Signal Foundation dan Signal Messenger LLC ini memang dikenal aman dan serius dalam menjaga privasi penggunanya.

Apa itu Signal?

Signal merupakan aplikasi percakapan personal dan grup, yang bisa juga dipergunakan untuk melakukan panggilan. Aplikasi percakapan ini juga bisa dipakai untuk melakukan personalisasi pesan.

Signal dikembangkan sejak tahun 2013 oleh Moxie Marlinspike. Namun cikal bakalnya sudah hadir sejak tahun 2010, saat Moxie bersama Stuart Anderson merilis aplikasi TextSecure dan RedPhone untuk sistem operasi Android. Singkat cerita, Moxie mendirikan Open Whisper System (OWS) dan pada Juli 2014, Signal dirilis ke publik.

Signal kembali dilirik setelah cukup lama eksis di Android Play Store maupun Apple App Store. Pasalnya, Signal semacam ketiban pulung saat aplikasi pesaingnya, WhatsApp, mengubah kebijakan privasi. Sebuah kebijakan yang membolehkan WhatsApp untuk membagi data dengan Facebook dan aplikasi pihak ketiga lain.

Fitur-Fitur Signal

Lantas apa saja fitur yang ditawarkan oleh Signal? Mari kita lihat satu-persatu.

Data Pribadi Tetap Aman

Dalam melakukan pendaftaran pengguna baru, Signal memang memakai nomor ponsel sebagai alat registrasinya. Namun tentu itu tak membuatnya dikaitkan sebagai identitas pengguna.

Jadi kalau kamu memakai Signal, tidak ada data digital apapun yang tersimpan disana terkait dirimu. Bahkan mereka tidak mengaitkan nomor telepon yang kamu daftarkan sebagai identitas dirimu.

Kalaupun kelak ada peretas yang masuk ke sistem di Signal, maka mereka tidak bisa mencuri apapun. Ya kalau data pribadinya saja tidak ada, mau mencuri apa?

Kerahasiaan Penggunaan Terjaga

Untuk menjaga percakapan agar aman, Signal juga menggunakan end-to-end encription. Ya, mirip WhatsApp. Namun Signal membuat protokolnya sendiri yang juga bisa didapatkan secara terbuka.

End-to-end encription alias enkripsi dari ujung ke ujung merupakan sebuah pola pengaman sebuah aplikasi komunikasi, dimana hanya pengirim pesan dan penerima pesan saja yang mengetahui percakapan tersebut. Adapun ‘pencegat pesan’ atau penyadap yang ada ditengah tidak bisa membacanya karena data tersebut dienkripsi.

Gratis dan Bebas Iklan

Asal-usul Signal adalah TextSecure dan RedPhone yang merupakan aplikasi open-source. Dua aplikasi yang bisa didapatkan secara gratis. Sehingga ketika Moxie membuat Signal, pola bertahan tanpa memungut bayaran dari penggunanya sudah dipahami.

Signal juga tidak menggunakan iklan untuk mendulang keuntungan dari penggunanya. Jika kamu memakai aplikasi ini, tampilan yang ada memang betul-betul bersih dari pop-ads, sticky-ads maupun link-ads yang mengganggu. Lalu darimana Signal mendapatkan uang untuk memelihara sumberdayanya?

Mirip dengan sistem yang dipakai Wikipedia, Signal juga menggunakan pola donasi untuk bertahan hidup. Kalau sampai hari ini Signal tetap bertahan, itu berarti selalu ada yang berdonasi pada mereka.

Tidak Ada Pelacak

Satu hal yang membuat SIgnal unggul dari Telegram, dan mungkin menjadi alasan mengapa Elon Musk (Tesla), Edward Snowden (eks NSA), Jack Dorsey (Twitter) memakai Signal adalah karena aplikasi ini memang aman, termasuk tidak melacak kamu menggunakan data GPS.

Loh, memang Telegram melacak? Enggak sih. Tapi tempo hari ada berita soal ‘kebocoran’ keamanan dari fitur People’s Nearby yang dimiliki Telegram. Jadi peretas bisa menerobos masuk ke fitur ini untuk mengetahui lokasi persis dari pengguna. Hal ini sempat menjadi trending di awal tahun 2021.

Fitur Tambahan

Jika kamu berpikir Signal akan menjadi aplikasi yang membosankan, maka kamu salah. Signal tetap dibuat dengan kreativitas yang sama yang dimiliki aplikasi percakapan yang lainnya.

Kamu bisa melakukan hal-hal yang menyenangkan dengan Signal. Misalnya membuat grup percakapan, memakai stiker pada percakapan, telepon grup, mode gelap, dan ada fitur untuk optimasi jaringan internet sehingga pesan tetap bisa terkirim.

Mengunduh Signal

Beberapa hal terkait keunggulan Signal diatas, tentu menjadi pertimbangan. Hal tersebut termuat dalam kebijakan privasi Signal yang bisa diakses di situs resminya. Namun yang kamu perlu ketahui, pada permintaan izin ketika diinstal, Signal tetap meminta cukup banyak permintaan izin. Hal itu tentu untuk optimalisasi aplikasi.

Nah, yang perlu diketahui, permintaan izin tentu berbeda dengan penggunaan data pribadi yang disimpan di server Signal. Aplikasi ini memang menuliskan tidak akan menggunakan data pribadi penggunanya untuk kepentingan komersil. Dan janji itu yang kini dipegang oleh 10 juta lebih penggunanya.

Jika kamu mau berpindah ke Signal, silakan unduh lewat Play Store maupun App Store, atau bisa langsung ke witus resminya di signal.org. Tapi sebelum kamu migrasi menggunakan Signal, pastikan dahulu teman-teman kamu juga memakai aplikasi yang sama. Jika tidak, kamu mau berkomunikasi dengan siapa?

TINJAUAN IKHTISAR
Harga
Keamanan
Tampilan
Fitur
Berita sebelumyaAkun Bisa Dihapus, Segera Simak Kebijakan Privasi WhatsApp Terbaru
Berita berikutnyaCara Memindahkan Grup WhatsApp ke Signal, Dicoba Yuk!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here