Aplikasi Pelacak Lokasi Virus Bermanfaat Memetakan Penyebaran Corona

0
Aplikasi Pelacak Lokasi Virus

Hampir setengah dari populasi dunia sekarang diisolasi di rumah mereka untuk menghindari penyebaran virus corona. Salah satu bentuk penanggulangan agar wabah tak semakin merajalela adalah membuat model penyebaran dengan aplikasi pelacak lokasi virus.

Aplikasi Pelacak Lokasi Virus

Aplikasi Pelacak Lokasi Virus

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa aplikasi untuk melacak lokasi ternyata bermanfaat untuk mengidentifikasi siapa pun yang telah melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi. Dan hal ini bisa menjadi sangat penting dalam mengurangi angka infeksi secara eksponensial.

Teknologi pelacakan semacam ini telah digunakan secara baik di negara-negara seperti Cina dan Korea Selatan. Meski negara barat menolaknya karena mengganggu privasi, namun dengan kondisi pandemik semacam ini, hal seperti itu bisa dikecualikan untuk sementara.

Penelitian selanjutnya yang dilakukan oleh University of Oxford mengungkap bahwa virus menyebar terlalu cepat. Dan pandemi tidak dapat diatasi dengan hanya mengisolasi mereka yang diketahui telah terinfeksi, tapi juga perlu untuk melacak kunjungan mereka selama ini.

Pelacakan manual yang selama ini dilakukan ternyata jauh lebih lambat daripada wabah itu sendiri. Sehingga sebelum lokasi penyebaran ditemukan, virusnya sudah menginfeksi banyak orang.

Dengan membuat model penyebaran virus, para peneliti kemudian bisa membuat pola pandemi. Dan ini hanya bisa dilakukan apabila dilakukan pelacakan dengan aplikasi pelacak lokasi secara digital.

Aplikasi ini dipergunakan secara umum di ponsel pintar. Google sudah menyediakannya dalam bentuk Google Maps yang terkoneksi dengan GPS ponsel. Google juga sudah melakukan pemantauan model penyebaran ini secara sederhana.

Dari model pelacakan tersebut kemudian diketahui orang yang positif terinfeksi itu kemana saja. Kemudian pelacakannya ditingkatkan hingga ia melakukan check-in ke tempat mana saja. Bisa jadi ia banyak ke tempat publik dan lain-lain yang potensi menularkannya lebih besar.

Aspek Privasi

Satu hal yang cukup mengganjal tentu saja kembali pada soal privasi. Apakah semua orang mau secara sukarela untuk dilacak pergerakannya oleh otoritas kesehatan?

Hal ini tentu dianggap kemunduran, apalagi kalau diterapkan oleh negara demokratis seperti Indonesia. Mungkin di China hal ini bisa dimaklumi karena ada aturan yang memperbolehkannya. Namun demi pandemi, Korea Selatan ternyata bisa juga menerapkannya, dan mereka sukses.

Maka berkaca dari Korea, seharusnya demi mencegah penyebaran wabah ini berlanjut, semua orang mesti menganggap ini sebagai force majeur. Sehingga pelacakan lokasi melalui aplikasi pelacak lokasi virus bisa dilakukan meski melanggar aturan.

Saat ini berbagai negara lebih memilih konsep lockdown ataupun karantina. Polisi dan tentara menjaga mereka agar tidak keluar dari rumah masing-masing. Kondisinya sudah mirip perang dunia.

Dengan adanya aplikasi pelacak digital, diharapkan orang-orang bisa bergiat seperti biasa. Namun mereka diberi tahu untuk menghindari tempat-tempat tertentu dimana pernah menjadi persinggahan atau kontak dari orang yang sudah positif.

Adanya kemanfaatan seperti itu membuat orang-orang bakal dengan sukarela dilacak oleh pemerintah. Sebab hal itu menyangkut kesehatan mereka sendiri.

Penutup

Dengan pandemi yang semakin meluas dan negara-negara besar kewalahan, rasanya cukup masuk akal untuk menerapkan aplikasi pelacak lokasi virus semacam ini.

Pilihannya kemudian kembali pada ketegasan penerapan aturan di lapangan. Sehingga orang-orang bisa secara mandiri untuk mengetahui tempat mana saja yang sudah terpapar virus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here