Apa Yang Dimaksud dengan ‘Smartphone Flagship’?

0

Sangat mudah menjawab pertanyaan dari seseorang yang ingin membeli smartphone yang paling baru dan bagus. Sebab bisa dijawab dengan merekomendasikannya untuk membeli smartphone flagship merek apapun. Apa itu smartphone flagship?

Secara etimologi, flagship berarti bendera dari sebuah kapal. Kalau disandingkan dengan kata “smartphone”, ia menjadi istilah penanda. Pengertian lengkapnya dari frase ini adalah smartphone terbaik yang dibuat oleh pabrikan tertentu pada kurun waktu tertentu juga. Smartphone ini dibekali dengan spesifikasi tertinggi dan fitur paling banyak dibandingkan smartphone lain yang dibuat pabrikan tersebut.

Setiap tahunnya, parade flagship kerap ditunjukkan oleh Samsung dengan merilis seri Galaxy S serta Galaxy Note. Pabrikan lain yang rutin, bahkan cuma merilis flagship adalah Apple dengan iPhone-nya dan Google dengan Pixel-nya. Diluar dua pabrikan itu menyusul pula pabrikan China seperti Huawei, Xiaomi, Oppo, dan Vivo yang rutin pula merilis flagship.

Namun definisi flagship mulai diperdebatkan. Pasalnya definisi soal flagship ada yang mengaitkannya dengan pasar regional tertentu. Makanya sebutan flagship jadi semakin cair. Smartphone tertentu yang di pasar global bukan flagship, ketika masuk ke Indonesia bisa jadi flagship.

Asumsi seperti itu berpendapat kalau perangkat flagship adalah smartphone dengan kualifikasi tertinggi yang dirilis perusahaan. Misalnya begini, perusahaan Vivo di Indonesia, PT Vivo Mobile Indonesia, merilis smartphone Vivo V17 Pro di pasar tanah air. Nah, smartphone ini merupakan flagship-nya Vivo disini. Sebab Vivo Nex sebagai varian tertingginya bukan menjadi ‘bendera penanda’ bagi perusahaan Vivo di Indonesia.

Yang terjadi dengan Xiaomi juga begitu. Varian paling tinggi dari PT. Xiaomi Communications Indonesia mentok di kelas Redmi Note. Sebab flagship mereka tidak masuk ke Indonesia.

Itu kalau dilihat dari pangsa pasar regional. Perbedaan soal definisi flagship juga terjadi dari sisi perbandingan antara spesifikasi dan harga. Hal ini terjadi ketika banyak orang memberikan sebutan pada smartphone tertentu sebagai ‘flagship killer’.

Hal tersebut terjadi pada OnePlus 7. Dengan spesifikasi yang tinggi, smartphone tersebut dibanderol hanya sedikit lebih tinggi dari harga rata-rata smartphone kelas menengah. Padahal ia merupakan flagship milik OnePlus. Namun oleh pasar, ia tak disebut sebagai flagship karena harganya yang masuk ke kelas menengah. Dan malah disebut sebagai ‘flagship killer’.

Semakin luasnya pengertian soal flagship ini pada akhirnya membuat pengertian soal “apa itu smartphone flagship” diserahkan kembali ke konsumen. Sebab dengan semakin variatifnya smartphone tertinggi yang dirilis, menjadikan sebutan flagship itu hampir tidak relevan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here