5 Kiat Menghadapi Krisis Air Bersih

0

Musim kemarau di Indonesia kerap dihinggapi persoalan yang cukup pelik. Selain kekeringan yang melanda lahan pertanian, sehingga berimbas pada gagal panen, persoalan air bersih bagi kebutuhan rumah tangga juga tak kalah rumit.

Krisis air bersih memang kerap terjadi di musim kemarau. Meski tidak dipungkiri, saat musim penghujan pun air bersih bisa saja langka. Apalagi kalau dilanda banjir. Namun kasus yang paling sering terjadi, ketiadaan air bersih kerap terjadi saat sumber air mengering. Sumur, sungai, waduk, hingga embung tidak lagi memiliki simpanan air.

Saat itulah, setiap orang mesti memikirkan kiat agar krisis air bersih ini tidak berimbas cukup parah pada kehidupan sehari-hari. Selain membeli tangki air, inilah beberapa kiat yang bisa dilakukan untuk menghadapi krisis air bersih.

1. Menghemat penggunaan air.

Sejak kecil, semua orang hampir diajari untuk menghemat air. Di pelajaran-pelajaran SD bahkan sejak TK, teori guna menghemat air sering dilafalkan oleh guru. Nah tinggal prakteknya saat besar itulah yang menentukan apakah teori itu diterapkan atau tidak.

Salah satu cara menghemat air adalah memastikan keran air tertutup sempurna, mencuci kendaraan tidak langsung dengan selang air tetapi dari ember, memastikan kebutuhan air seirit mungkin ketika mencuci piring atau baju, dan lain-lain.

2. Tidak membuang sampah di saluran air.

Salah satu sebab mengapa sungai tidak bisa dipakai untuk diproses menjadi air bersih adalah bukan karena ketiadaan air. Air mungkin masih ada di sungai atau sumber air lainnya, namun keberadaan sampah membuat air tersebut jadi kotor dan tidak bisa dipergunakan lagi. Lantas siapakah yang membuang sampah? Ikan sapu-sapu?

3. Mendukung penghijauan.

Penghijauan bisa dilakukan dimanapun. Dengan menanam pohon di pekarangan rumah juga merupakan bagian dari penghijauan. Lebih bagus lagi berkontribusi untuk melakukan penghijauan di hutan-hutan gundul. Banyak kok lembaga yang melakukannya, siapapun bisa bergabung mendukungnya.

4. Membuat sumur resapan.

Hampir semua rumah tangga hanya berpikir membuat sumur untuk sumber air. Sementara ketika air di sumber tersebut habis, tentu saja sumur tersebut tidak lagi bisa dipergunakan. Disinilah peran penting sumur resapan, sehingga air yang sempat terbuang bisa diresap kembali oleh sumur tersebut untuk didistribusikan lagi ke tanah.

5. Membeli tangki air.

Membeli tangki air bisa dilakukan guna menampung air sehingga bisa berjaga-jaga jika suatu saat krisis air itu hadir. Anda bisa membeli tangki di pasaran seperti tangki air Penguin. Tangki ini bisa bertahan belasan hingga puluhan tahun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here